RESENSI KETIKA CINTA BERBUAH SURGA
Judul buku : Ketika Cinta Berbuah Surga
Judul resensi : Cinta Yang Berbuah Surga
Pengarang : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : MQS Publising
Kota tempat terbit : Jl. Padaringan, no. 39A KPAD Gegerkalong Bandung 401543
Tahun terbit : 2008
Tebal : 116 halaman
Harga : Rp. 20.000a
RINGKASAN KETIKA CINTA BERBUAH SURGA
"...anakku sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Teman baik, yang membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga."
Said tersentak mendengar perkataan ayahnya.
"Apa maksud ayah degan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?"tanyanya dengan nada penasaran.
"dia adalah teman sejati yang benar? benar mau berteman denganmu bukan karena derajatmu, tetapi kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keihlasan hati. Dia mencintaimu karena Allah. Dengan dasar itu, kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan; karena Allah cinta kalian akan melahirkan kekuatan dahsyat yanga membawa manfaat
Kisah seorang putra mahkota dari seorang raja yang adil dan Shalih di Tanah Kurdistan dalam mencari Teman Sejati. Sang Putra Mahkota yang cerdas, gagah, tampan dan pemberani bernama Said. Sang Raja sangat menyayanginya, saat yang paling menyenangkan bagi raja adalah saat mendengarkan putranya membaca Al-Quran. Said sangat menyayangi ayahandanya, karena ayahandanya selalu menceritakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para panglima dan tentaranya di medan perang, mereka sangat akrab, sehingga sering Said merasa kesal jika saat ayahandanya bercerita terganggu oleh pengawal yang memberitahukan tentang hal kenegaraan.
Pada suatu saat sang Raja menasihati putra mahkotanya, agar dia mencari teman sejatinya dunia akhirat, teman yang setia dalam suka dan duka, yang akan membantu menjadi orang baik, dan bisa diajak bercinta untuk surga."
"Teman sejati itu adalah teman yang benar-benar mau berteman bukan karena derajat seseorang tetapi karena kemurnian cintanya yang tercipta dari keikhlasan hati. Teman Sejati yadalah Teman yang mencintai karena Allah, dan karena itu pula kita bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan; karena Allah.Sehingga cinta itu akan melahirkan kekuatan yang dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan, dan kekuatan cinta itu akan bersinar dan membawa kita masuk Surga."
Mendengar nasihat ayahandanya Said kemudian mulai mencari teman di kalangan istana, tapi dari sekian banyak, tak ada satupun yang dapat memenuhi harapannya, lalu Said mencarinya lagi di kalangan anak-anak saudagar yang kaya raya, tapi hasilnya sama tak ada satupun yang mampu memenuhi keinginannya. Akhirnya Said memutuskan untuk mencari teman sejatinya di luar istana, dan baginda raja mengijinkan. Perjalanannya mencari Teman Sejati mengantarkannya ke sebuah perkampungan penduduk miskin, dia bertemu dengan anak seorang pencari kayu,lalu Said mengikuti anak itu sampai di rumah gubuknya. Dari penampilan anak pencari kayu yang berbaju lusuh dan gubuknya menunjukkan bahwa dia sangat miskin, namun dari wajahnya terpancar tanda kecerdasan dan kebaikan hati dan rajin beribadah. Mereka berkenalan, lalu tetlibat dalam percakapan layaknya sahabat.....Setelah merasa cukup puas Said mohon ijin pulang dan tak lupa Said mengundang teman barunya untuk datang ke istana.
Pada hari yang ditentukan, anak pencari kayu itu datang dan sangat tercengan karena dia tidak menyangka kalo Said adalah anak Raja.
Seperti apa yang dilakukan terhadap teman-temannya terdahulu, Saidpun memperlakukan teman barunya dengan hal yang sama. Said membiarkan teman barunya menunggu dalam waktu yang lama sekali, tapi anak pencari kayu itu tidak marah-marah seperti teman-temannya terdahulu, dia tidak terlihat kelaparan.... karena memang anak pencari kayu itu sudah terbiasa menahan lapar, bahkan dia pernah tidak makan tselama tiga hari atau terkadang hanya makan dedaunan saja. Anak piencari kayu itu tidak memikirkan makanan, yang ada difikirannya adalah... Andai saja semua anak bangsawan baik sebaik Said, tetu dunia akan tentram. Sampai akhirnya Said menghidangkan tiga butir telur yang sudah direbusnya, lalu dia mempersilahkan teman barunya untuk menyantap hidangan itu, anak pencari kayu itu mengambil satu butir telur dan mengupasnya dengan pelan,sebaliknya, Said mengupas telurnya dengan cepat lalu menyantapnya. Dengan sengaja Said mengambil telur yang ketiga dan mengupas kulitnya dengan cepat pula lalu dia menyantapnya dalam waktu yang sangat cepat. Setelah itu Said memperhatikan teman barunya dan menerka-nerka apa yang akan dilakukan oleh teman barunya terhadap satu butir telur yang tengah dikupasnya. Akankah telur itu dimakannya sendiri Ternyata anak miskin itu malah mengambil pisau dan membagi telur itu menjadi dua bagian, setengah dari telur itu dia berikan kepada Said dan setengahnya dia makan.
Said benar-benar terkejut dan terharu.... dia tidak menyangka kalau ternyata anak miskin pencari kayu itu rela membagi telurnya, semetara dia sendiri telah menyantap dua telur... Sampai akhirnya Said yakin bahwa anak miskin pencari kayu bakar itulah teman sejatinya, teman yang akan menemaninya masuk Surga. Sampai mereka dewasa mereka tetap bersahabat dan meskipun Said sudah menjadi Raja menggantikan ayahandanya yang telah wafat , yang pertama kali Said pilih sebagai menteri adalah Abdulah, si anak pencari kayu itu ....Meskipun kini mereka berdua telah menjadi pejabat penting di negaranya mereka berdua masih sering melakukan solat tahajud dan membaca al-Quran bersama-sama hingga mampu membangun negaranya menjadi maju dan Makmur.
Perjalanan panjang seorang hamba dalam mencari teman sejati dunia akhirat. memberikan pencerahan yang sangat bermakna, karena ternyata seperti apa yang Allah Firmankan dalam Al-Quran, yang penjabarannya kurang lebih bahwa derajat manusia itu tidak dilihat dari seberapa banyak kekayaan yang dia miliki atau sehina dan semiskin apa hidup seorang manusia... Tapi yang membedakan derajat manusia di Mata Allah adalah Ketakwaanya kepada Allah Adzawajalah. " bila kita berteman dengan penjual minyak wangi, maka kita akan juga mendapatkan wanginya.... begitupun bila kita berteman dengan seorang pandai besi maka kitapun akan terkena bau asapnya..."
Sumber: Ketika Cinta Berbuah Surga http://id.shvoong.com/books/novel-novella/2019147-ketika-cinta-berbuah-surga/#ixzz1ItvNtFIt